Berebut Kesalehan

8 Apr 2010

8
PILKADA BANUA: BEREBUT YANG PALING SALEH
Oleh Zulfa Jamalie
(email: elkisab@yahoo.co.id)
Siapapun boleh ikut bersaing dan berkompetisi untuk menjadi pemimpin banua, tetapi majulah dengan cara yang bersih dan elegan.
Dinamika dan proses pemilihan kepala daerah 2010 sebagai bagian dari kehidupan demokrasi adalah ajang penting untuk memilih dan menentukan pemimpin banua yang dianggap pantas untuk memajukan banua. Inilah kesempatan emas untuk masyarakat banua mencari, memilih dan menentukan model pemimpin yang tangguh, mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat ke depan, dapat diterima oleh berbagai kalangan (masyarakat luas), dan punya komitmen yang kuat terhadap tugasnya.
Melalui berbagai media, kita bisa saksikan persaingan kompetitif antar kandidat yang secara gencar mengiklankan diri melalui berbagai media untuk menarik simpatik dan popularitas di tengah-tengah masyarakat pemilihnya. Mereka berlomba untuk mencitrakan diri sebagai pigur yang paling baik, paling bersih, paling berkomitmen, yang berkompeten, yang memasyarakat, yang low profile, familiar, dan tentu saja, yang paling layak untuk dipilih. Dengan meminjam istilah Zainah Anwar (2002), dalam persaingan tersebut telah terjadi apa yang dinamakan dengan holier than thou battle atau berebut yang paling saleh. Yakni, sebuah ungkapan yang bermakna untuk menggambarkan situasi di mana bakal calon pemimpin saling berebut dan menunjukkan diri mereka sebagai orang yang paling baik, paling bersih dan paling layak untuk dipilih ketimbang mereka yang menjadi pesaingnya, agar mendapatkan dukungan dari massa pemilihnya melalui iklan media massa. Walaupun disayangkan kebanyakan dari iklan politik mereka terkesan belum memberikan pendidikan politik yang berarti bagi masyarakat pemilihnya. Sebab tujuan utama dari pengiklanan itu sendiri adalah popularitas dan pencitraan diri sebagai sosok yang paling baik agar dipilih oleh masyarakatnya. Sehingga, model iklan seperti itu apabila dikonsumsi oleh kelompok masyarakat yang berpola pikir cerdas justru tidak efektif. Sebab, secara rasional tentu mereka menginginkan sesuatu yang lebih riil, sesuatu yang membumi dan dapat dinikmati serta diwujudkan setelah seorang kandidat benar-benar terpilih kemudian. Tetapi, jumlah mereka jauh lebih sedikit dari masyarakat pemilih biasa yang lainnya.
Dengan mengikut kepada ungkapan Zainah Anwar (2002) di atas, patut untuk dipertanyakan; Kandidiat (pemimpin) yang bagaimanakah yang benar-benar paling saleh (baik) yang sesuai dengan aspirasi? Yang tidak sekadar manis sewaktu diiklankan tetapi ternyata bertolak belakang dengan yang diinginkan.
Penulis kira aspirasi dan keinginan masyarakat Banjar kada cerewet untuk memilih gubernur akan datang. Masyarakat Banjar perlu dan tentu akan respek dengan calon pemimpin yang siap membangun dan memajukan Kalimantan Selatan ke depan secara konkrit. Yakni, pemimpin yang dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, amanah dan wewenang yang diembannya secara baik dan benar, bukan yang lain. Sebab, apabila ia berjalan di koridor yang prosedural, legal, benar, dan bertanggungjawab, maka ia tidak akan pernah mengabaikan pencapaian kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya; ia tidak akan menyelewengkan jabatannya; dan ia tidak akan melakukan tindak korupsi (KKN). Di samping itu, tentu ia akan terus dan terus berusaha untuk memajukan kehidupan masyarakat dimulti bidang: bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, politik, hukum, seni dan budaya, dan lain sebagainya. Merekalah pemimpin sebenarnya yang bisa bertahan dan dibutuhkan oleh masyarakat yang menginginkan perubahan dan kemajuan. Bukan pemimpin yang hanya pandai mengobral janji, mendustai publik. Dan bukan pula pemimpin yang hanya pandai memikirkan hak, kepentingan, dan keuntungan bagi diri pribadi, keluarga, dan atau kelompoknya belaka.
Kita semua berharap untuk lahirnya pemimpin-pemimpin yang cerdas, kreatif, dan berani membuat terobosan-terobosan baru untuk kemajuan banua. Mulai dari program yang sederhana hingga mega proyek yang mengejutkan. Untuk itu, kita patut salut dengan beberapa prestasi gubernur dari daerah lain yang membuat kejutan dengan berbagai program kemajuan yang telah mereka buat bagi masyarakatnya. Sebagai rakyat biasa, tentu saja kita semua berharap dan menunggu dengan sabar realisasi program-program serupa yang pro masyarakat kecil di banua oleh kepemimpinan gubernur terpilih nantinya.
Memang, untuk membentuk pemimpin yang memiliki komitmen dan tanggung jawab tinggi untuk membawa masyarakar kepada kemakmuran yang didambakan memang bukanlah perkara yang mudah, dan tidak bisa dicetak dalam waktu yang singkat. Pemimpin sejati lahir melalui proses panjang. Namun walau demikian, tetap saja kita berharap dari pemilihan kepala daerah 2010 mendatang, akan lahir pemimpin-pemimpin yang berkarakter dan berpikir untuk memajukan, menyejahterakan, serta membawa masyarakat kepada kemakmuran plus prestasi membanggkan. Selamat menuju Banua Banjar yang maju, unggul, dan terbilang.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post